Bawaslu Kabupaten Sumbawa Barat Inisiasi Kampung Pengawasan Dalam Menghadapi Pilkada 2020
|
Sumbawa Barat - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sumbawa Barat saat ini sedang menginisiasi pembentukan kampung pengawasan yang ada di Kabupaten Sumbawa Barat.
\n\n\n\nKonsep kampung pengawasan ini sebagai bentuk partisipatif masyarakat, Sebelumnya ini sudah dibentuk oleh Bawaslu RI, Provinsi dan Kabupaten. Hal ini diungkapkan oleh komisioner Bawaslu KSB Gufran, S. Pd.I selaku devisi Pengawasan Hubungan antar Lembaga (PHL).
\n\n\n\nIa menjelaskan, Kampung pengawasan ini merupakan ujung tombak pengawasan partisipatif dengan melibatkan atau pendekatan kepada ibu-ibu, Nelayan, Petani, pemuda, tokoh agama dan tokoh masyarakat.
\n\n\n\nPendekatan partisipatif ke beberapa tokoh masyarakat yang ada di masing-masing Desa, itu yang akan kami lakukan," jelas Gufran.
\n\n\n\nIa juga mengatakan, kenapa konsep kampung pengawasan kami lakukan, Karna saat ini poros pengawasan sesungguhnya ada di Desa dan Kelurahan, nantinya konsep kampung pengawasan ini pendekatannya lebih persuasif.
\n\n\n\nJadi Bawaslu turun langsung ke masyarakat, untuk melakukan sosialisasi serta mengajak masyarakat untuk melakukan pengawasan partisipatif.
\n\n\n\nBawaslu KSB sambung Gufran, sudah menentukan 10 titik kampung pengawasan yang ada di KSB yakni di Desa Poto Tano, Kokarlian, Kelanir, Rempe, Moteng, Mujahidin, Telaga Bertong dan Tamekan, Sisanya akan dilakukan kemudian pada titik yang akan ditentukan kembali.
\n\n\n\nDia berharap, masing-masing devisi mempunyai kampung binaan. Kampung pengawasan tidak putus saat ini saja, pihaknya akan terus melakukan pembinaan secara berkala.
\n\n\n\n"Nanti kami akan duduk sambil kopi bersama masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat dan pemuda," katanya.
\n\n\n\nIa juga menuturkan, konsepnya nanti akan di buatkan tema kegiatannya yaitu Kopi Bawaslu (Kumunitas pengawal demokrasi) Bawaslu dengan pendekatan komunitas. Ada juga kopdar (kopi darat bersama komunitas).
\n\n\n\nSambung Gufran, Kampung pengawasan ini nanti akan di lounching di Bawaslu Provinsi NTB dalam waktu dekat.
\n\n\n\nTujuan sebenarnya dari kampung pengawasan yakni memperkenalkan Bawaslu KSB, tugas dan wewenang Bawaslu serta peran Bawaslu, Sekali lagi ini lebih ke pendekatan kepada masyarakat tentang pengawasan partisipatif.
\n\n\n\nKegiatan ini dirasa akan lebih efektif, karna ini terlibat dan menyentuh langsung ke masyarakat, tokoh agama, pemuda dan ibu-ibu.
\n\n\n\n"Bawaslu go to masyarakat, Bawaslu go to komunitas," ujarnya kepada media ini, Senin (16/12).
\n\n\n\nLanjut Gufran, Kegiatan ini dilakukan dalam rangka menghadapi kontestasi pemilu baik itu, Pilkada, Pileg dan pemilu lainnya, namun yang terdekat untuk persiapan menghadapi pilkada.
\n\n\n\nIa berharap, Semoga kampung pengawasan ini mampu berpartisipasi dalam membantu Bawaslu untuk mengawasi kegiatan pemilu atau pilkada.
\n\n\n\nIa juga meminta kader Bawaslu berperan aktif membantu Bawaslu. Pembentukan kampung pengawasan ini dilakukan dengan melihat indeks kerawan pemilu sehingga sebagai barometer Bawaslu KSB untuk melakukan langkah lebih persuasif ke masyarakat.
\n\n\n\nDia berencana, kunjungannya ke kampung pengawasan ini dilakukan setiap pertahapan. (BSB.03)
\n"